Serangan AS Tewaskan 30 Warga Sipil Iran dan 7 Tentara

Tujuh tentara Iran dilaporkan tewas setelah serangan rudal Amerika Serikat menghantam sebuah barak militer di kota Bampur, dekat kota Iranshahr, tenggara Iran, pada Rabu dini hari waktu setempat. Sementara itu, lebih dari 30 warga sipil Iran tewas dalam serangan AS baru-baru ini di seluruh wilayah selatan negara itu.
Dilansir kantor berita AFP, Rabu , menurut pernyataan dari Angkatan Darat Iran yang dilaporkan oleh kantor berita Iran, IRNA, 13 rudal menghantam barak tersebut, menargetkan fasilitas akomodasi, wisma tamu, dan pos penjagaan dalam "upaya untuk menimbulkan banyak korban."
Secara terpisah, juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani menuliskan di media sosial X, bahwa lebih dari 30 warga sipil telah tewas dalam rentetan serangan AS yang menargetkan wilayah selatan negara itu dalam beberapa hari terakhir.
"Dalam serangan baru-baru ini di bagian selatan negara itu, lebih dari 30 warga sipil kehilangan nyawa mereka," tulis Mohajerani, tanpa memberikan detail lebih lanjut.
Pasukan AS telah kembali melakukan serangan terhadap Iran dan memberlakukan kembali blokade angkatan laut di pelabuhan-pelabuhan negara itu.
Gencatan senjata rapuh pada 17 Juni antara kedua pihak telah runtuh, dengan fokusnya pada kendali atas Selat Hormuz.
Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Fox News pada hari Selasa , bahwa ia akan memperluas serangan AS terhadap Iran minggu depan untuk menargetkan pembangkit listrik dan jembatan, jika Teheran tidak membuat kesepakatan.
Iran Bersumpah Akan Membalas
Meskipun skala serangannya besar, militer Iran mengatakan langkah-langkah pertahanan pasif telah membantu membatasi jumlah korban tewas. Militer Iran menyebutkan bahwa tujuh tentara yang tewas adalah anggota Brigade Iranshahr ke-388, sementara beberapa lainnya terluka dan sedang menerima perawatan medis.
Militer Iran mengutuk "serangan pengecut" terhadap fasilitas akomodasi militer dan bersumpah akan membalas.
"Pembalasan atas darah suci para martir ini pasti dan akan segera terjadi, dan Tentara Republik Islam Iran, dengan bantuan Tuhan dan dukungan dari angkatan bersenjata lainnya, akan memberikan respons yang tegas terhadap tindakan agresif musuh Amerika ini," kata militer Iran, dilansir Turkiye Today, Rabu .
Serangan terbaru ini terjadi ketika ketegangan antara Washington dan Teheran terus meningkat terkait Selat Hormuz. Kedua pihak saling serang meskipun ada Nota Kesepahaman Islamabad yang dimediasi Pakistan, yang bertujuan untuk mengakhiri konflik.
Simak juga Video Ditanya Sampai Kapan Serang Iran, Trump: Lanjut Hingga Kubilang Cukup
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: Di Lanud Malang, Prabowo Resmikan Panen Raya Serentak 43 Titik Se-Indonesia
Selanjutnya: Mahasiswa Indonesia Tembus Finalis Kompetisi Global IFT FIRST 2026
Artikel Terkait
- Kembali Gandeng Maestro Hadiprana, Summarecon Hadirkan Rumah Premium di Bogor
- Prabowo: Kita Tidak Mau Jadi Bangsa yang Santai, Indonesia Sedang Bangkit
- The Odyssey Menguras Tenaga, Christopher Nolan Bakal Vakum 3 Tahun
- Final SEA V Cup 2026: Kejutan Kamboja, Indonesia Batal Hadapi Thailand
- Prabowo: Lebih dari 108 Masalah Diselesaikan dalam 18 Bulan, Ini Prestasi
- PAM Jaya Layangkan Surat Peringatan ke Mitra Buntut Pekerja Tewas di Jaktim
- Final SEA V Cup 2026: Kejutan Kamboja, Indonesia Batal Hadapi Thailand
- Stres Berat Bikin Durasi Haid Lebih Lama? Ini Kata Dokter
