Guyon Cak Imin Ingin Mundur dari "Kapten" gara-gara PKB Kalah dari PKS-Golkar

Pada Jumat ini, PKB menggelar Final Mini Soccer Tournament Panji Bangsa yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Harlah ke-28 PKB.
Turnamen tersebut juga dihadiri sejumlah pimpinan partai politik, di antaranya Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf, Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Sarmuji, Sekretaris Jenderal Partai Prima R. Gautama Wiranegara, serta perwakilan partai politik lainnya.
Dalam kesempatan itu, Cak Imin mengakui tim PKB belum mampu meraih hasil maksimal dalam pertandingan persahabatan tersebut.
Meski demikian, ia menegaskan kegiatan itu menjadi ajang mempererat persaudaraan sekaligus membangun semangat olahraga di kalangan partai politik.
"Meskipun belum beruntung, kita kalah dari Golkar, kalah dari PKS, kalah dari Amputee Football juga, kalau Prima belum. Kita juga sangat puas meskipun kalah," kata Cak Imin.
Cak Imin berharap kegiatan serupa dapat mendorong budaya olahraga di kalangan masyarakat maupun politisi.
"Tapi dengan semangat olahraga ini kita ingin pertama menghentikan semua kegiatan yang tidak berbau olahraga," kata Cak Imin.
"Kita harus memaksimalkan waktu untuk berolahraga. Kita harus terus mendorong semangat olahraga yang tinggi ini terus di setiap kehidupan kita," imbuh dia.
Sebelumnya: Wapres AS Beberkan Upaya Israel Gagalkan Kesepakatan dengan Iran
Selanjutnya: Dukungan Keluarga Jadi Kekuatan Terbesar bagi Pejuang Kanker
Artikel Terkait
- Mojtaba Khamenei Angkat Suara Usai Pemakaman Ayahnya
- Awas Padat, Cek Titik Pemeliharaan Jalan di Tol Jakarta-Cikampek
- Penampakan Tersangka TPPU Asabri Don Ritto Pakai Rompi Pink Masuk Mobil Tahanan Kejagung
- United Kenalkan Industri Motor Listrik Nasional ke Dunia Pendidikan
- 5 Bintang Piala Dunia yang Menikahi Cinta Pertamanya, Ada Messi
- Viral Satu Keluarga di Depok Diteror dan Diintimidasi Tetangga, Rumah Juga Dirusak
- Benarkah Keyless Lebih Aman? Ini Kata Ahli Kunci
- FIFA Buka Investigasi Keributan Argentina Vs Spanyol di Laga Final, Apa Sanksi yang Mengintai?
