Prabowo: Kita Butuh Uang untuk Pelayanan Kesehatan, Gaji Guru, hingga Sekolah

"Kita butuh uang untuk membayar semua pegawai negeri kita dengan baik, kita butuh uang untuk membangun prasarana yang penting untuk kehidupan yang modern," kata dia.
Oleh karena itu, Prabowo memandang proyek LNG Abadi Masela ini sangat penting.
Kepala Negara optimistis proyek ini bisa membantu bangsa Indonesia melaksanakan pembangunan.
"Saya sangat menghargai dimulainya proyek ini. Tadi sudah disinggung proyek ini investasinya sangat besar, 20,9 miliar dollar, hampir 21 miliar dollar, akan menghasilkan lebih dari 9 juta ton gas, kondensat dan sebagainya, sehingga ini akan sangat membantu bangsa Indonesia melaksanakan pembangunan," ujar dia.
Selain itu, ia juga menekankan hilirisasi energi sangat dibutuhkan.
Dia kemudian menghargai tekad dan komitmen Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bersama semua unsur dalam mewujudkan pembangunan, transformasi, industrialisasi demi kemakmuran bagi rakyat Indonesia.
"Kita harus melakukan hilirisasi dan hilirisasi ini membutuhkan energi. Energi kita sangat banyak, hanya ada 2-3 tahun masa transisi dan kebutuhan di tengah dunia yang penuh bahaya sekarang Indonesia cukup punya ketahanan, kita sudah antisipasi, kita punya langkah-langkah yang untuk bisa membawa Indonesia dalam keadaan yang baik," tutur dia.
Sebelumnya: Lewat Vicon, Prabowo Minta Maaf Tak Hadiri Langsung Groundbreaking Abadi Masela
Selanjutnya: Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini 21 Juli, Cek Lokasi dan Jamnya
Artikel Terkait
- Mobil Damkar Terjebak Macet, Pemadaman Kebakaran Rumah dan Lapak di Bekasi Tersendat
- Prabowo Perintahkan Gubernur Awasi Dapur MBG karena Banyak 'Penyusup', Bobby Nasution: Sangat Wajar
- Anggota Komisi III DPR: Penetapan Tersangka Febrie Tak Harus Izin Presiden
- MPR Gelar Sarasehan di Pekanbaru, Bahas Obligasi Daerah & Investasi Publik
- Menko Erlangga: Pendaratan Kabel Nongsa-Changi Tandai Era Baru Koridor Digital dan Kemitraan RI-Singapura
- Dominasi Spanyol dan Final Piala Dunia yang Sarat Makna Politik
- Eks Dirjen Pajak Kritik Kenaikan Pajak Air Tanah di Kabupaten Bogor
- Kena OTT KPK, Bupati Lombok Barat Diduga Terima Duit dari Sejumlah Proyek
