Harga Daging Sapi Naik, Pedagang Bakso di Lamongan Dilema Hendak Naikkan Harga

Khoirul mengaku, belum berani menaikkan harga bakso meski harga daging terus merangkak naik.
Menurut dia, keputusan menaikkan harga berisiko membuat pelanggan beralih ke tempat lain.
“Kalau harganya jadi tinggi saya ya jadi takut. Mau naikin harga jualan ya takut. Takut pelanggan keberatan. Takut pelanggan kabur juga nanti karena harga baksonya naik,” ujarnya.
Dia mengatakan, harga daging sapi yang dibelinya naik dari Rp 125.000 menjadi Rp 130.000 per kilogram.
Bahkan, Khoirul mengatakan, masih dibayangi kekhawatiran harga kembali meningkat setelah aksi mogok pedagang daging sapi berakhir.
“Kemarin harga daging sapi itu Rp 125.000, terus beli terakhir kemarin saya Rp 130.000. Nah setelah libur tiga hari besok ini, saya enggak tahu bakal jadi berapa besok,” katanya.
Untuk mengantisipasi terganggunya pasokan, Khoirul menyebut, telah membeli stok daging lebih awal setelah memperoleh informasi mengenai rencana aksi mogok pedagang daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Lamongan.
“Mengenai adanya mogok pedagang daging ini, kemarin saya juga diinfo. Jadi saya sempat nyetok daging untuk jualan tiga hari ke depan,” ungkapnya.
Sebagai pelaku usaha kecil, Khoirul berharap harga daging sapi tidak terus melonjak sehingga masih dapat dijangkau oleh pedagang.
“Kita-kita ini pedagang kecil ya manut-manut saja. Harganya jadi berapa ya ikut. Saya berharap ke semua pemasok dan pedagang, kalau bisa harganya jangan tinggi-tinggi. Naik enggak apa-apa, asalkan masih terjangkau bagi pedagang seperti saya ini,” ujarnya.
Sebelumnya, pedagang daging sapi di Pasar Sidoharjo, Pasar Ikan Lamongan, dan Pasar Made, memutuskan menghentikan aktivitas berjualan selama tiga hari sebagai bentuk protes terhadap lonjakan harga daging sapi.
Ketua Paguyuban Pedagang Daging Sapi Potong Lamongan, Bagus Budi Raharjo, mengatakan bahwa harga daging sapi kualitas terbaik telah naik dari Rp 110.000 per kilogram pada Juni, menjadi Rp 130.000 per kilogram.
Menurut dia, kenaikan dipicu meningkatnya harga sapi hidup akibat berkurangnya pasokan di tingkat peternak.
“Juni kemarin sudah naik menjadi Rp 110.000 per kilogram. Per hari ini (Rabu), harganya sudah Rp 130.000 per kilogram. Harapan kami sederhana, kami ingin tetap bisa berjualan. Yang paling penting ada kepastian harga,” kata Bagus.
Sebelumnya: 5 Bintang Piala Dunia yang Menikahi Cinta Pertamanya, Ada Messi
Selanjutnya: Mandatori E20 pada 2028, Pemerintah Buka Peluang Swasta Bangun Pabrik Bioetanol
Artikel Terkait
- Arema FC Lengkapi Kuota Pemain Asing dari Brasil dalam Sehari
- United Kenalkan Industri Motor Listrik Nasional ke Dunia Pendidikan
- Update Harga Toyota Avanza, Naik di Pertengahan Juli 2026
- Sederet Masalah Ponpes Manjung Wonogiri: Dari Overkapasitas, Kasus Bullying hingga Pendiri Tersangka Pelecehan
- Pemkab Purwakarta Pastikan Gaji 4.200 PPPK Aman meski Fiskal Daerah Tertekan
- Pingsan di Ketinggian 2.200 Mdpl, Pendaki Gunung Agung Bali Ditandu Turun
- Cerita SD di Karanganyar yang Tak Dapat Murid Baru, Sudah Door to Door Cari Siswa
- Intip Paspor Pelaut Zaman Belanda di Museum Bahari Jakarta, Sejak 1939
