Mahasiswa yang Demo di Jakarta Hari Ini Tak Pakai Jas Almamater, Mengapa?

Aliansi Majelis Perjuangan Rakyat (MPR) menjelaskan alasan massa mahasiswa yang berunjuk rasa di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (17/7/2026), tidak mengenakan atribut almamater.
Perwakilan massa aksi, Muhammad Annur mengatakan, peserta aksi sengaja tidak menggunakan atribut kampus agar tidak ada sekat antara mahasiswa dan masyarakat sipil yang mengikuti demonstrasi.
"Kami tidak ingin mengkotak-kotakkan bahwasanya ini mahasiswa, ini masyarakat sipil. Jadi tidak ada pembeda. Kami bergerak dengan satu, sama, dan membawa tuntutan yang sama. Jadi tidak ada pembeda," kata Annur kepada wartawan di lokasi aksi, Jumat.
Ia juga memastikan telah menyiapkan skema untuk mengantisipasi penyusupan provokator selama aksi berlangsung.
Menurut dia, peserta telah bersepakat untuk tidak melakukan tindakan provokatif dan akan mengamankan pihak yang diduga memicu kericuhan.
"Kami udah sepakat bahwasanya ketika ada yang provokasi, itu pasti bukan dari bagian kami dan kami akan menangkap langsung orang tersebut yang melakukan provokasi. Makanya itu adalah bentuk mitigasi risiko dari kami," jelas dia.
Aliansi MPR mengundang seluruh masyarakat sipil dan mahasiswa dari berbagai universitas di Jakarta maupun daerah lain untuk bergabung dalam aksi tersebut.
Untuk diketahui, mahasiswa UNJ dan sejumlah gerakan masyarakat sipil menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta Pusat siang ini.
Berdasarkan poster seruan aksi yang disebarkan melalui akun Instagram resmi @aliansiunjmelawan, unjuk rasa ini bertajuk "Mosi Tidak Percaya Rezim Prabowo Gibran".
"Ketimpangan sosial, pelemahan kedaulatan sipil, dan krisis di berbagai sektor kehidupan menjadi bukti bahwa kepercayaan publik terhadap Kabinet Merah Putih - Prabowo Gibran patut dipertanyakan," tulis keterangan resmi unggahan akun tersebut.
Aliansi Majelis Perjuangan Rakyat membawa tiga tuntutan utama, yaitu:
1. Kembalikan Kedaulatan Masyarakat Sipil,
2. Bongkar Total Sistem Negara,
3. Selamatkan Pendidikan Indonesia.
Sebelumnya: Misteri Kerangka Tanpa Kepala di Pantai Legundi, Polisi Duga Korban Meninggal akibat Tenggelam
Selanjutnya: Isak Tangis Warnai Evakuasi Korban Ledakan Gudang Amunisi Gupusmu Madiun
Artikel Terkait
- Jejak Pemain Barcelona Juara Piala Dunia, Siapa Berikutnya?
- Prabowo Diminta Teken Perpres Rencana Aksi Nasional HAM, Istana Akan Cek dan Jadi Catatan
- Konflik Berdarah di Adonara Flores Timur Diduga Dipicu Sengketa Tanah, Begini Duduk Perkaranya
- Menpan RB Ingin KPI untuk ASN Berorientasi ke Masyarakat
- Ketua IDI TTU Diperiksa Polda NTT, Ungkap Intimidasi yang Dilaporkan Dokter Icha Sebelum Meninggal
- Guyon Cak Imin: PKB Lebih Jago dari Golkar di Mini Soccer, di Pemilu?
- Beige Flag vs Red Flag, Apa Bedanya dalam Sebuah Hubungan?
- Warga Pecantilan Cirebon Tak Minta Pindah Provinsi ke Jateng, Hanya Butuh Jembatan Layak
