Kronologi Dugaan Pungli Oknum Satpol PP di Rumah Belajar Cilincing, Bermula dari Minta "Uang Kopi" Rp 300.000

"Kebetulan saya enggak ada di tempat. Diteleponlah sama tim, bilang, 'Bunda, ada tamu mau tanya tentang bangunan.' Kaget dong. Secara di sini daerah ilegal, enggak ada IMB. Terus tiba-tiba orang nanya, gitu kan. Akhirnya saya bilang, saya telepon," ungkap Desi saat ditemui Kompas.com, Rabu (15/7/2026).
Desi kemudian menghubungi pria tersebut melalui sambungan telepon.
Menurut dia, pria yang memperkenalkan diri sebagai Aceng dari Satpol PP itu langsung meminta uang.
"(Oknum Satpol PP) ngomongnya gini, 'Halo, Assalamualaikum sayang. Saya Aceng, Satpol PP. Tau sama tau lah, ini saya ada 5 orang, saya minta uang kopi'," ungkap dia.
Mengira uang itu diperuntukkan bagi lima orang yang datang, Desi meminta pengurus rumah belajar memberikan Rp 150.000.
Namun, tak lama kemudian, timnya kembali menghubungi dan menyampaikan bahwa pria tersebut menolak nominal tersebut serta meminta Rp 300.000.
"Tim saya telepon lagi ke saya, 'Bun, enggak mau, orangnya minta Rp 300.000.' Saya kaget dong. Loh, kok bisa-bisaan? Gitu kan. Ah, ini pemalakan kan," ujar dia.
Merasa curiga, Desi meminta pengurus memotret pria tersebut.
Ia juga menghubungi rekannya untuk berbicara langsung dengan pria yang mengaku berasal dari Satpol PP itu.
"Pas ditelepon sama rekan saya, cuman nanya gini, 'Kamu dari Satpol PP mana?' Langsung kabur. Dan uang itu dibawa!" tutur dia.
Desi mengatakan, uang Rp 150.000 yang dibawa pria tersebut merupakan hasil iuran anak-anak yang mengikuti kegiatan belajar di Rumah Belajar Merah Putih.
"Kita nggak punya uang, dan itu uang dua ribuan, Mas. Jadi anak-anak di sini tuh ngaji bayar Rp 2.000, bagi yang mampu," ungkap dia.
Usai kejadian itu, Desi mengaku berupaya menghubungi sejumlah pihak, termasuk Satpol PP. Namun, hingga beberapa hari kemudian, ia mengaku belum menerima penjelasan maupun permintaan maaf dari pihak terkait.
Karena tidak kunjung mendapat respons, Desi akhirnya mengunggah peristiwa tersebut ke media sosial pada Jumat (10/7/2026).
Menurut dia, setelah unggahan itu viral, beberapa orang menghubunginya dan mengaku pernah mengalami kejadian serupa yang diduga dilakukan oleh oknum yang sama.
"Karena ternyata begitu saya buka di Facebook ya, mereka bilang, 'Orang ini sering minta.' Jadi bukan saya doang korbannya," tambah Desi.
Sebelumnya: Groundbreaking Abadi Masela Digelar Usai 28 Tahun, Bahlil Apresiasi Prabowo
Selanjutnya: Promo JSM Alfamart Hari Ini 18 Juli 2026, Minyak Goreng Turun Harga Mulai Rp 40.000-an
Artikel Terkait
- DPR Kawal Kasus Febrie Adriansyah, Minta Polri-Kejagung-TNI Solid
- Kasus Pengeroyokan Ojol di Samarinda Berakhir Damai, Korban Terima Ganti Pengobatan Rp 10 Juta
- China Kebut Ambisi AI, Targetkan Jadi Nomor Satu Dunia Lima Tahun Lagi
- Ketahanan Mental Argentina, Buah dari Hidup Sulit Bertahun-tahun
- Final SEA V Cup 2026: Kejutan Kamboja, Indonesia Batal Hadapi Thailand
- Kejagung Tegaskan Tak Ada Lagi Pengamanan TNI untuk Febrie Adriansyah
- Imigrasi Cegah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke Luar Negeri
- Kemlu RI Ucapkan Duka Cita Meninggalnya Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad
