Lebih dari 500 Huntap Dibangun di Padang Pascagalodo, Jumlah Terbanyak di Sumbar

"Kota Padang memikul target pembangunan huntap tertinggi di Sumatera Barat, lebih dari 500 unit atau sekitar seperempat dari total target provinsi," kata Kastorius.
Ia mengatakan, berdasarkan pemantauan pemerintah pusat, progres penanganan pascabencana di Kota Padang tergolong cepat.
Penilaian tersebut mengacu pada dasbor monitoring Satgas Pusat yang mengukur 38 indikator penanganan pascabencana, mulai dari pembangunan huntap dan huntara, penyaluran dana tunggu hunian, bantuan sosial, pemulihan lahan pertanian, hingga rehabilitasi sungai.
Menurut Kastorius, pembangunan huntap di Padang berjalan berkat penyediaan lahan menggunakan tambahan Dana Transfer ke Daerah (TKD) serta kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Yayasan Buddha Tzu Chi.
Di kawasan Bumi Perkemahan Pramuka, sebanyak 340 unit huntap sedang dibangun. Dari jumlah itu, 39 unit telah memasuki tahap penyelesaian akhir dan ditargetkan selesai pada akhir Juli.
"Melihat paparan dan kondisi di lapangan, perencanaan dan realisasi fisiknya berjalan cukup baik," ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Kastorius didampingi Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri Horas Maurits Panjaitan.
Horas mengatakan pemerintah pusat akan terus mengawasi penggunaan tambahan TKD sebesar Rp 371,85 miliar yang diterima Pemerintah Kota Padang untuk mendukung percepatan pemulihan pascabencana.
"Kami melihat progres dan persiapannya cukup baik, termasuk pengadaan lahan huntap. Kami akan terus memantau agar realisasinya tepat sasaran karena fasilitas ini sangat ditunggu masyarakat," kata Horas.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa mengatakan pembangunan huntap ditargetkan selesai pada akhir 2026.
Sebanyak 340 unit dibangun di kawasan Balai Gadang, sedangkan sisanya akan dibangun di kawasan Sungkai.
Menurut Raju, seluruh huntap itu disiapkan untuk merelokasi 523 keluarga yang hingga kini masih tinggal di huntara.
"Target kami seluruh pembangunan selesai akhir tahun ini sehingga awal tahun depan warga sudah bisa direlokasi ke huntap," ujar Raju.
Perwakilan teknis pembangunan huntap, Kahar, menjelaskan setiap rumah dibangun dengan tipe 36 berukuran 6 x 6 meter.
Setiap unit dilengkapi dua kamar tidur, satu kamar mandi, dan satu dapur sebagai fasilitas dasar bagi keluarga penerima manfaat.
Sebelumnya: Link Live Streaming Piala Dunia 2026 Hari Ini: Final Spanyol Vs Argentina
Selanjutnya: Warga Protes SPMB di Lampung Timur, Kadisdik: Rumah Dekat Sekolah Belum Tentu Diterima
Artikel Terkait
- Maling Modus Pecah Kaca Mobil Beraksi di Bekasi, HP hingga Dompet Raib
- Hari Kelima Pencarian KM Nurul Salsa, Dua Korban Ditemukan Terdampar di Pulau Balaloho
- Pelajar Bom Sekolah Diduga Di-Bully, Sekolah Dinilai Harus Ada Sistem Anti-perundungan
- Tak Ada Demo di Bundaran HI, Puluhan Mobil Polisi Tinggalkan Dukuh Atas Jakpus
- Panglima TNI Sebut Pendampingan TNI AU Sumbang 45 Persen Target Produksi Gula Nasional 2026
- Momen Pelaku Teror Ancaman Bom di SDN Jaksel Ditangkap Kurang dari 24 Jam
- Warga Jepang Masih Percaya Takhayul, Rumah Angker Sulit Laku
- Pemuda Jaksel Ciptakan Sirine Pendeteksi, Resah Kebanjiran Bertahun-tahun
