Sahabat Baik, Ayo Bantu Warga Sentak Dulang Dapatkan Air Bersih

Kesulitan air bersih dialami warga Kampung Sentak Dulang di Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Warga kerap tidak mandi hingga mengalami gatal-gatal bahkan diare.
Tokoh masyarakat Sentak Dulang, Ujang Rahmat mengungkap minimnya air bersih berdampak pada kualitas sanitasi dan upaya kebersihan warga. Akibatnya, warga terutama anak kecil rentan sakit misal gatal hingga diare.
"Ini salah satu yang bikin stunting. Udah susah air bersih, toiletnya nggak punya saluran pembuangan. Kandang hewan peliharaan deket banget sama rumah," kata Ujang pada tim berbuatbaik.id, Kamis .
Ujang mengungkap ada faktor lain juga yang menyebabkan minimnya air bersih. Dia menyebut ada warga yang boros dan tak segan memotong selang yang mengganggu ketersediaan air untuk warga lainnya.
"Nantinya ada pengecekan dan pengawasan penggunaan air yang akan dibebankan ke warga. Ini sistemnya, gimana supaya warga disiplin untuk segera mematikan kran dan tidak memotong selang," kata Ujang.
Menurut Ujang, sistem distribusi air ke tiap rumah warga akan dilengkapi water meter. Warga harus membayar jumlah air yang digunakan dengan tarif Rp 3.000 per kubik. Petugas akan mengecek dan membayar penggunaan air warga tiap bulan.
Selain itu, distribusi menggunakan selang air HDPE yang lebih tebal tidak mudah dipotong. Sistem juga dilengkapi toren berkapasitas 5.000 Liter, untuk mempermudah kerja mesin menyediakan air sesuai kebutuhan warga.
Dengan pembaruan ini, Ujang berharap sistem distribusi air untuk 90-125 KK bisa berumur panjang dengan kualitas terjaga. Harapan serupa dijelaskan Faiz Manshur selaku Pembina Yayasan Odesa terkait penyediaan air bersih untuk warga.
Sahabat Baik, yuk bantu warga Sentak Dulang memperoleh akses air bersih yang lebih layak. Salurkan kepedulianmu di berbuatbaik.id yang 100% tersalurkan pada penerima donasi, tanpa ada potongan.
Air bersih adalah salah satu kunci peningkatan kualitas hidup masyarakat Sentak Dulang. Dengan kecukupan air bersih, warga bisa menikmati sanitasi berkualitas dan standar kesehatan lebih baik. Hasilnya, ekonomi warga bisa perlahan makin baik.
Lihat juga Video Momen Warga Medan Berebut Air Bersih saat Pasokan Tirtanadi Terhenti
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: Korupsi TPP Guru Rembang Naik Sidik, Kajari: Ya Harus Selesai Lah
Selanjutnya: Viral Dipakai untuk Jerawat, Dokter Ungkap Fungsi Sebenarnya Cairan Infus di Klinik Kulit
Artikel Terkait
- Bobby Akan Bangun Gudang Logistik di Nias, Jaga Pasokan Barang Saat Cuaca Buruk
- Usai Bertemu Mendag China, Airlangga Dorong Realisasi 30 MoU Investasi Rp 37,1 Triliun
- Pesan Vicente del Bosque dan Andres Iniesta Jelang Spanyol Vs Argentina
- MUI Hormati Putusan MK Soal Izin Tambang Tak Boleh Penunjukan Langsung
- Persebaya 99th Anniversary Game: Bajul Ijo Ditahan Imbang PSIS Semarang 2-2
- Pertalite Eceran di Medan Tembus Rp 25.000 per Botol, Ini Kata Pertamina
- Kekeringan Mulai Melanda 14 Daerah di Jawa Tengah, Lebih dari 35.000 Jiwa Terdampak
- Kronologi Kecelakaan 9 Kendaraan di Sibolangit Tewaskan 4 Orang, Diduga Truk Bermuatan Galon Rem Blong
