Sidak RSUD Soewandhie Surabaya, Eri Cahyadi Minta Pelayanan Obat Dipercepat

“Mereka menyampaikan pelayanannya sudah cepat. Tapi masih ada beberapa hal yang harus kita perbaiki agar masyarakat semakin nyaman,” kata Eri di Balai Kota Surabaya, Kamis (16/7/2026).
Oleh karena itu, Eri memutuskan melakukan sejumlah evaluasi untuk memperbaiki pelayanan di RSUD Dr. Soewandhie. Salah satunya menata area tunggu pasien.
Nantinya, pasien yang mendaftar online boleh masuk ke ruang tunggu setelah 30 menit sebelum jadwalnya. Sedangkan, rawat jalan tanpa daftar akan diarahkan ke area lainnya.
"Satpam harus aktif mengarahkan pasien, sehingga antreannya tertata dan tidak bercampur. Dengan begitu, masyarakat tidak bingung dan pelayanan bisa berjalan lebih tertib," ucapnya.
Eri juga mengevaluasi sistem pelayanan di instalasi farmasi. Menurutnya, waktu pelayanan obat non-racikan tidak seharusnya disamakan dengan yang racikan.
"Obat non-racikan itu bukan proses meracik, sehingga tidak mungkin waktunya sama. Karena itu saya minta diperjelas, non-racikan maksimal 15 menit, sedangkan obat racikan maksimal 30 menit," jelasnya.
Eri pun memberikan konsekuensi, ketika pelayanan obat melebihi waktu, maka rumah sakit harus memberikan kompensasi Rp 50.000 kepada pasien.
"Selama ini petugas masih menghitung semuanya 30 menit. Saya minta diperjelas lagi supaya tidak ada perbedaan penafsiran dan masyarakat mendapatkan kepastian pelayanan," tutupnya.
Sebelumnya: Bocah di Bekasi Dianiaya Ibu Tiri saat Ditinggal Ayah Kerja di Luar Negeri
Selanjutnya: "Jangan Bilang Orangtua, Nanti Aku Culik", Ancaman Pelaku "Challenge" Bocah Masuk Freezer
Artikel Terkait
- Wanita Difabel di Jaksel Diperkosa hingga Hamil, Polisi Buru Pelaku
- Tinggal Sendiri dan Tak Punya Keluarga Bisa Buat KK Mandiri, Ini Caranya
- HRD BlueRay Siapkan 13 Amplop bagi Bea Cukai, Ada Isi Rp 5 M untuk Kode 'D'
- Kak Seto Usul DKI Jadi Provinsi Pertama Punya Seksi Perlindungan Anak Tiap RT
- Terlalu Banyak Barang di Rumah Bisa Memicu Stres, Ini Cara Mengatasinya
- Ramai Soal Stiker Retribusi Pemanfaatan RTHP di Yogyakarta, DLH Mengaku Tak Tahu Siapa Penempelnya
- Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Diminta Cium Kaki Orangtua, PPIS Unesa Beri Penjelasan
- Bupati Majalengka Optimistis Masa Depan Bandara Kertajati Cerah Saat Jadi Pusat Industri Dirgantara
