BP dan ConocoPhillips Siap Gelontorkan Investasi Miliaran Dollar AS ke Irak

Perdana Menteri Irak Ali Al Zaidi dijadwalkan bertemu pejabat tinggi Pemerintah AS dan para eksekutif perusahaan energi dalam forum tersebut.
Pertemuan bisnis itu diperkirakan menghasilkan lebih dari 60 miliar dollar AS dalam bentuk perjanjian dan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara perusahaan asal AS dan Pemerintah Irak.
Sumber yang sama menyebut investasi dari BP, ConocoPhillips, dan sejumlah perusahaan lain diperkirakan mencapai miliaran dollar AS, bahkan berpotensi menembus puluhan miliar dollar AS. Nilai investasi masing masing perusahaan belum diungkapkan.
Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari strategi AS memperbesar investasi di sektor energi Irak, meningkatkan produksi minyak negara itu, serta mendiversifikasi jalur ekspor energi.
Langkah itu dinilai penting karena Selat Hormuz masih menjadi salah satu jalur utama perdagangan minyak dunia. Sebelum konflik terbaru di kawasan, sekitar 20 persen perdagangan minyak global melintasi selat tersebut. Jalur itu kembali menjadi sorotan setelah ketegangan antara AS dan Iran meningkat.
BP sendiri telah beroperasi di Irak selama hampir satu abad. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan itu berfokus mengembangkan ladang minyak Rumaila, salah satu ladang minyak terbesar di dunia.
Pada 2025, BP juga menyelesaikan kesepakatan dengan Pemerintah Irak untuk mengembangkan kembali sumber daya minyak dan gas di Kirkuk. Proyek tersebut mencakup wilayah Baba dan Avanah di Ladang Kirkuk, serta ladang Bai Hassan, Jambur, dan Khabbaz.
Irak juga terus menarik investasi dari perusahaan energi global untuk meningkatkan produksi minyak dan gas, sekaligus mempercepat pengembangan cadangan gas alam.
Pada Kamis (16/7/2026), Ali Al Zaidi bertemu dengan perwakilan Halliburton, Shell, Honeywell, Weatherford, dan Baker Hughes di Houston.
Menurut keterangan resmi kantor Perdana Menteri Irak, pertemuan itu membahas peluang investasi, alih teknologi, serta keterlibatan perusahaan perusahaan tersebut dalam proyek energi berskala besar di Irak.
Sebelumnya: "Kami Akan Bertindak atas Nama Negara", Ultimatum Said Iqbal ke Kantor Laundry yang Tahan Ijazah
Selanjutnya: Lightplus Lightperience Picnic 2026, Ruang Interaksi Nyata Bagi Gen Z
Artikel Terkait
- Sekongkol Jahat Anak Angkat dan Pacar di Nganjuk, Habisi Nyawa Ayah karena Dendam dan Utang
- Kejagung Minta Kejati Se-Indonesia Hentikan Pengumpulan Data terkait MBG
- Tips Merawat Janda Bolong agar Tumbuh Subur, Pemula Wajib Tahu
- Kabut Asap Bayangi Final Piala Dunia, Udara New York Sangat Tidak Sehat
- Reza Arap Akui Turun Berat Badan 10 Kg, Kini Rutin Olahraga Lari
- Dugaan Penipuan Pengadaan 13 Ton Melon dan 2.950 Nanas Program MBG, Polisi: Pemilik Dapur Juga Korban
- Kronologi Kecelakaan Maut Sibolangit, Diduga Akibat Rem Blong
- Walhi Jatim Sebut Kebakaran TPA Benowo Bentuk Kegagalan Penanganan Sampah
