Mobil Tahanan Disiagakan Dekat Lokasi Demo Mahasiswa, Polisi: Antisipasi Penyusup

Kendaraan tersebut disiagakan bersama deretan bus polisi, mobil taktis (rantis), serta truk pengangkut personel yang ditempatkan untuk mengamankan jalannya aksi.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri mengatakan, penempatan mobil tahanan merupakan bagian dari langkah antisipasi kepolisian dalam pengamanan unjuk rasa.
"Ya itu kan kita kan antisipasi, segalanya kita kan antisipasi. Kalau terjadi sesuatu keributan atau ada apa itu kan kita pokoknya antisipasi semua," ujar Erlyn saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat.
Erlyn menegaskan, mobil tahanan tersebut bukan disiapkan untuk mengangkut mahasiswa yang menggelar aksi, melainkan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kerusuhan atau ada pihak lain yang menyusup.
"Antisipasi dari anarki, kalau terjadi keributan kan itu buat antisipasi. Itu bukan buat mahasiswa, tapi kalau ada kelompok lain, istilahnya jika terjadi sesuatulah kita kan udah siap kayak gitu, untuk antisipasi kalau ada penyusup," jelas Erlyn.
Menurut dia, penempatan mobil tahanan dalam pengamanan demonstrasi bukanlah hal baru, melainkan prosedur yang sudah lama diterapkan kepolisian.
"Ya dari dulu emang begitu Mas, udah siap itu. Dari dulu memang gitu, sudah ada itu (mobil tahanan)," ungkapnya.
Selain di kawasan Dukuh Atas, mobil tahanan juga disiagakan di titik utama aksi massa di Jalan Medan Merdeka Selatan.
"Ya pokoknya buat antisipasi. Untuk antisipasi ya, bukan buat apa-apa, bukan buat mahasiswa bukan," tutup Erlyn.
Aksi Bawa Tiga Tuntutan
Mahasiswa dan sejumlah organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam Aliansi Majelis Perjuangan Rakyat (MPR) dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Jumat siang.
Aksi bertajuk "Mosi Tidak Percaya Rezim Prabowo Gibran" itu membawa tiga tuntutan utama, yakni:
Kembalikan kedaulatan masyarakat sipil.Bongkar total sistem negara.Selamatkan pendidikan Indonesia.Untuk mengamankan jalannya aksi, kepolisian mengerahkan 4.132 personel gabungan.
Terkait arus lalu lintas, polisi akan menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional di kawasan Monas hingga Bundaran HI, menyesuaikan perkembangan situasi di lapangan.
Masyarakat yang akan melintas di sekitar lokasi aksi diimbau menggunakan jalur alternatif guna menghindari kepadatan kendaraan.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang akan beraktivitas melintasi kawasan tersebut untuk berhati-hati. Silakan gunakan rute alternatif untuk menghindari kemacetan selama aksi berlangsung," tutup Erlyn.
Sebelumnya: Wanita Difabel di Jaksel Diperkosa hingga Hamil, Polisi Buru Pelaku
Selanjutnya: Permintaan Pertalite Naik, BPH Migas Minta Masyarakat Tak "Panic Buying"
Artikel Terkait
- Polemik Twibbon Vulgar MPLS, Kurangnya Pemahaman Batasan Bermedsos dan Pendidikan Karakter
- Tinjau Proyek Jalan, Gubernur Lampung Tekankan Kualitas-Pengawasan Berlapis
- Gempa M 5,4 Guncang Tahuna Kepulauan Sangihe Sulut
- Viral Sopir Angkutan Dipalak Modus Tiket Parkir di Tanah Abang Jakpus
- Viral Video Ban Truk Kontainer Meletus Terpental Timpa Pemotor di Surabaya, Begini Kronologinya
- Dukung Implementasi KDKMP, Kemendagri-Pemda Perkuat Verifikasi & Validasi
- Presiden Prabowo Sebut Perlindungan Sosial Indonesia Kian Kuat
- Satpol PP Jaksel Bubarkan Konten Kreator 'Jual' Miras di Taman Mataram
