Cegah Kebakaran, Pemkot Depok Minta Damkar Rutin Siram TPA Cipayung

Kebakaran hebat terjadi di Tempat Pembuangan Akhir Cipayung, Depok, Jawa Barat . Mencegah kebakaran terulang, Pemerintah Kota Depok meminta pemadam kebakaran untuk rutin menyiram TPA dua kali dalam sehari.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Depok Reni Siti mengatakan kondisi TPA Cipayung saat ini kelebihan beban. Saat ini ada 2,9 juta ton sampah di TPA Cipayung.
"Masih, kalau overload masih, bisa dilihat kan kondisinya. Kita sekarang ini ada 2,9 juta ton sampah yang ada di lingkungan TPA, ya berarti kan memang sehari kita timbulan yang dibuang ke TPA itu kurang lebih sekitar 900 sampai 1.000 ton," ujar Reni kepada wartawan, Kamis .
Reni mengatakan TPA yang kelebihan beban tersebut perlu diantisipasi. Oleh karena itu, ia meminta damkar untuk menyirami TPA dua kali dalam sehari untuk mengantisipasi cuaca panas.
"Nah, ini yang harus kita antisipasi nih ke depan setelah kejadian ini. Makanya nanti ada beberapa hal. Di sini sendiri tadi saya sudah minta tolong ke damkar yang ada di lokasi sini supaya satu hari itu minimal dua kali penyiraman untuk antisipasi karena memang cuaca kan sedang panas, ya," ungkapnya.
"Jadi satu hari dua kali penyiraman ya Pak UPT, minta tolong, nah, itu juga. Dan hari ini kami minta ini tetap disiram sampai pagi," tambahnya.
Sebelumnya, kebakaran terjadi pada Kamis pukul 19.30 WIB. Titik api berasal dari timbunan bawah sampah.
"Kejadiannya kalau tadi menurut informasi jam 19.30 WIB, ya. Dari bawah kayaknya ," ucapnya.
Reni mengatakan penyebab kebakaran belum diketahui. Petugas damkar melokalisir agar api tidak menyebar.
"Kemudian penyebabnya itu nanti masih kita perlu investigasi dulu ya. Karena kan memang di sini kita sebetulnya ada patroli juga. Nah, jadi kita bisa antisipasi, bisa segera kita lokalisir ya, jadi tidak menyebar," ungkapnya.
Reni mengatakan per pukul 22.52 WIB api telah padam. Saat ini damkar masih melakukan pendinginan agar tidak timbul percikan api.
"Alhamdulillah sekarang sudah padam, tapi sekarang sedang proses pendinginan, supaya tidak ada percikan api lagi nih, karena pemicunya berarti kan ada. Nanti terus akan kita siram supaya semakin dingin, semakin padam lagi. Karena di dalamnya kita kan enggak tahu ada apa," ungkapnya.
Sebelumnya: Satpol PP DKI Usut Oknum Diduga Pungli Rp 300 Ribu ke Rumah Belajar di Jakut
Selanjutnya: Pria di Bantul Serahkan Dollar AS untuk Digandakan, Tertipu Rp100 juta
Artikel Terkait
- Belajar dari Ledakan MAN 3 Padang, Peneliti UI: Sekolah Terlatih Deteksi Pelanggaran Berisik, Bukan Penderitaan Senyap
- Detik-detik Anak Korban Kecelakaan Beruntun di Sibolangit Kenali Mobil Orangtua dari Video Medsos
- Selat Hormuz dan Rapuhnya Kesepahaman Gencatan Senjata AS-Iran
- Pengirim Teror Bom di SDN Jaksel Ditangkap Tak Jauh dari Sekolah
- Ketahanan Mental Argentina, Buah dari Hidup Sulit Bertahun-tahun
- Santriwati Cabut Pengakuan Dihamili Kiai Pekalongan, Ini Fakta Baru Kasus Padang Ati
- Promo Superindo Hari Ini 18 Juli 2026, Telur Premium Mulai Rp 20.000-an
- Duar! 2 Kapal Tanker Meledak di Selat Hormuz
