Lawan Narkoba lewat Kearifan Lokal, Sekda Tulang Bawang Ferli Yuledi Raih Gelar Doktor di Unila

Secara akademik, disertasi tersebut berkontribusi pada pengembangan teori implementasi kebijakan melalui penyusunan tipologi yang mempertimbangkan karakteristik sosial, budaya, dan kelembagaan daerah.
Adapun secara praktis, model yang dihasilkan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, Badan Narkotika Nasional (BNN), serta para pemangku kepentingan lain dalam merancang kebijakan P4GN yang lebih efektif, adaptif, dan berkelanjutan.
Disertasi itu menjadi salah satu kajian doktoral yang secara khusus membahas implementasi kebijakan P4GN berbasis kearifan lokal di Provinsi Lampung.
Penelitian tersebut diharapkan dapat memperkaya khazanah ilmu kebijakan publik sekaligus menjadi rujukan dalam penyusunan strategi penanggulangan narkotika di Indonesia.
Sidang promosi doktor Ferli Yuledi dipimpin oleh Rektor Universitas Lampung, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., I.P.M., selaku Ketua Tim Penguji.
Adapun penguji eksternal adalah Dr. Drs. Agus Fatoni, M.Si., GRCE, yang menjabat Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah, Kementerian Dalam Negeri.
Tim penguji lainnya terdiri atas Dr. Arif Sugiono, S.Sos., M.Si.; Prof. Intan Fitri Meutia, S.A.N., M.A., Ph.D.; Dr. Suripto, S.Sos., M.AB.; Dr. Robi Cahyadi Kurniawan, S.I.P., M.A.; dan Dr. Dra. Dian Kagungan, M.H. Disertasi ini dibimbing oleh Prof. Dr. Anna Gustina Zainal, S.Sos., M.Si. selaku promotor, serta Prof. Dr. Noverman Duadji, M.Si. selaku ko-promotor.
Sidang promosi doktor tersebut turut dihadiri Bupati Tulang Bawang beserta jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) aparatur pemerintah.
Sebelumnya: BPIH 2027 Diusulkan Rp 107,34 Juta, Kemenag Karawang Minta Jemaah Tunggu Keputusan Resmi
Selanjutnya: Memanas! AS Bombardir Penyimpanan Rudal Iran Selama 90 Menit
Artikel Terkait
- Mandatori E20 pada 2028, Pemerintah Buka Peluang Swasta Bangun Pabrik Bioetanol
- Kirana Larasati Hapus 8 Tato, Ungkap Biaya Mahal 50 Kali Lipat
- [HOAKS] Video Sri Mulyani Berbagi Rezeki Rp 60 Juta
- Kebakaran Pabrik Sandal Karanganyar, Tujuh Orang Berhasil Evakuasi Mandiri
- Melihat Keseruan Final Liga Aspal, Gang Sempit Menteng Dipadati Warga
- Ketua DPRD Riau Minta Maaf Usai Bentrok Anggota, BK Diminta Proses Pelanggaran Etik
- Mitos atau Fakta, Smart Key Digesek ke Kepala Bikin Sinyal Kuat Lagi?
- Ketua IDI TTU Diperiksa Polda NTT, Ungkap Intimidasi yang Dilaporkan Dokter Icha Sebelum Meninggal
