Presiden Iran Akui Sedang Hadapi Perang Skala Penuh Lawan AS

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan negaranya saat ini tengah menghadapi "perang skala penuh" dengan Amerika Serikat . Menurutnya, pemerintah dan masyarakat harus siap menghadapi berbagai konsekuensi dari konflik tersebut, terutama di sektor ekonomi.
Dilansir AFP, Selasa , pernyataan itu disampaikan Pezeshkian saat bertemu para pejabat peradilan di Teheran pada Senin .
"Kenyataannya adalah bahwa saat ini Republik Islam Iran terlibat dalam perang skala penuh," ujar Pezeshkian, seperti dikutip dalam pernyataan resmi kepresidenan.
Ia menambahkan Iran harus bersikap realistis terhadap situasi yang sedang dihadapi.
"Kita harus realistis dan menerima konsekuensi alami dari perlawanan ini," lanjutnya.
Pezeshkian menilai tantangan terbesar yang kini dihadapi Iran bukan hanya di medan militer, melainkan juga di bidang ekonomi.
"Medan perang terpenting saat ini adalah ekonomi dan mata pencaharian rakyat," katanya.
Ia memperingatkan tekanan ekonomi yang terus meningkat dapat memicu ketidakpuasan masyarakat. Jika kondisi itu meluas, menurutnya, dukungan publik terhadap negara bisa terkikis.
"Jika tekanan ekonomi menyebabkan ketidakpuasan sosial terbentuk dan ketidakpuasan ini menyebar, modal sosial yang sangat besar yang telah dibangun rakyat untuk mendukung negara dapat rusak," ujarnya.
Iran menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat setelah konflik dengan Amerika Serikat memanas. Pada Juni lalu, inflasi tahunan di negara tersebut melonjak hingga mendekati 90 persen. Data inflasi untuk Juli belum dirilis.
Pada akhir Desember lalu, protes yang semula dipicu tingginya biaya hidup berkembang menjadi demonstrasi anti-pemerintah secara luas. Aksi tersebut mencapai puncaknya pada 8-9 Januari.
Pemerintah Iran menyebut lebih dari 3.000 orang tewas dalam rangkaian kerusuhan tersebut dan menuding kekerasan dipicu oleh "aksi teroris" yang didalangi Amerika Serikat dan Israel.
Sementara itu, sejumlah lembaga swadaya masyarakat yang berbasis di luar Iran memperkirakan jumlah korban jiwa akibat kerusuhan itu jauh lebih tinggi.
Sebelumnya: Ketrampilan Apa yang Diperlukan Anak Muda di Dunia Kerja?
Selanjutnya: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 6 Kurikulum Merdeka Kegiatan 2 tentang Sagu
Artikel Terkait
- RI Perkuat Infrastruktur Digital dengan Kabel Bawah Laut Nongsa-Changi
- Pesan Kapolda di Riau Bhayangkara Run: Jaga Alam untuk Generasi Penerus Kita
- Momen Raja Charles III Terima Andy Burnham Usai Ditunjuk Jadi PM Inggris
- Pelindo Terminal Petikemas Raih 2 Penghargaan di Ajang GSPI ASRI 2026
- Begini Cara BRI Permudah Layanan Keuangan WNI di Taiwan
- 58 Gerai Kopdes di Atas Lahan Sawah Dilindungi, Bupati Banyumas Bingung Mengatasi
- Waka BGN Minta Waktu ke Mitra SPPG untuk Tata Program MBG
- Influencer Kontroversial Andrew Tate dan Tristan Ditangkap di AS
