Melihat Perjuangan Guru di Sukabumi, Lintasi Sungai Pakai Perahu Karet akibat Jembatan Putus

Guru dan murid di Sukabumi masih berjuang dengan susah payah untuk bisa sampai ke sekolah karena keterbatasan akses infrastruktur.
Sungai Cimandiri yang memiliki lebar sekitar 50 meter menjadi saksi bagaimana murid dan guru lalu lalang nyaris setiap hari menggunakan perahu karet demi sampai ke sekolah dan melaksanakan kewajibannya.
Jembatan tersebut merupakan akses penghubung wilayah Kecamatan Jampang Tengah dan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Herlina (46 tahun), guru di SDN Leuwidinding, mengaku bahwa ia bersama dengan beberapa rekan guru sudah sejak Desember 2025 lalu terpaksa melintas sungai menggunakan perahu karet untuk mencapai sekolah.
"Desember waktu libur itu infonya jembatan ini putus, setiap hari kami lewat sini karena ini akses jalan yang paling dekat," kata Herlina saat ditemui Kompas.com seusai ia melintas menggunakan perahu karet, Rabu (15/7/2026) siang.
Herlina melanjutkan, akses jembatan yang terputus itu merupakan jalan terdekat dirinya menuju ke sekolah.
Sebab, menurut Herlina, jika harus mengambil arah jalan lain, sangat jauh dan harus membayar ojek puluhan ribu.
"Kalau lewat pabrik semen juga bisa, tapi sangat jauh memutar dulu dan kalau naik ojek itu bayarnya Rp 60.000," ucap Herlina.
Herlina mengungkapkan bahwa saat melintas perahu karet tersebut dirinya selalu waswas dengan volume air sungai sebab jika dalam kondisi hujan, terkadang air sungai meluap.
Herlina juga berharap agar ada segera solusi pasti atas jembatan yang putus tersebut.
"Kalau untuk sekarang kan kemarau, jadi enggak terlalu khawatir, tapi kalau nanti musim hujan airnya meluap, ya jadi kami enggak bisa menyeberang dan khawatir naik airnya kalau ada hujan, itu khawatir enggak bisa lewat terpaksa memutar," tutur Herlina.
Sebelumnya: Rahasia Tubuh Bugar Kylian Mbappe, dari Pola Makan hingga Latihan
Selanjutnya: Kontribusi Besar LALIGA di Final Piala Dunia 2026, Sumbang 24 Pemain!
Artikel Terkait
- BYD M6 DM Catat Efisiensi Lebih dari 81 KM per Liter di Jalur Surabaya-Prigen, Lengkapi Uji Konsistensi Teknologi DM
- 10 Twibbon Hari Anak Nasional 2026 Gratis, Cocok Dipakai di Medsos
- Mojtaba Khamenei Respons Trump Usai Disebut Tewas, Ejek AS Setan Besar
- 7 Kecamatan di Subang Dilanda Kekeringan, Ratusan Hektar Tanaman Padi Dipastikan Gagal Panen
- Ciputra Gandeng Singapore Medical Group, Hadirkan Cancer Center
- Pelaku Utama Penyekap dan Penganiaya Wanita di Bekasi Ditangkap!
- Ingatkan Kepala Daerah, Bahlil: Blok Masela Bukan Proyek APBD, Jangan Titip Tim Sukses
- Wamendagri Minta DPRD Optimalkan Fungsi Pengawasan Pelaksanaan APBD
