Aliansi MPR Pastikan Gelar Aksi Lanjutan Usai Demo di Jalan Medan Merdeka Selatan

Ia menyebut, aksi berikutnya kemungkinan akan digelar sekitar 14 hari setelah demo hari ini selesai.
"Jadi, aksi terdekat di 14 hari kemudian, dan itu akan terus berjalan sesuai dengan skema yang telah kami buat," ungkap dia.
Annur menambahkan, keputusan mengenai bentuk serta agenda aksi selanjutnya akan dibahas dalam forum konsolidasi yang melibatkan seluruh elemen yang tergabung dalam Aliansi MPR.
Ia juga membuka kemungkinan adanya penambahan jumlah massa pada aksi berikutnya. Menurut dia, pihaknya mempersilakan mahasiswa dari berbagai universitas maupun kelompok masyarakat sipil lainnya untuk bergabung.
"Kami sangat mengharapkan adanya keterlibatan universitas-universitas lain, universitas-universitas besar di Jakarta, di Indonesia, ataupun masyarakat-masyarakat sipil untuk terus membersamai aksi kami," kata dia.
Saat ditanya mengenai kemungkinan menggelar aksi simbolik menjelang Agustus, Annur mengatakan hal tersebut masih akan dibahas dalam konsolidasi berikutnya.
"Karena keputusan-keputusan untuk aksi ini kan ini orang banyak, ini masyarakat banyak, ini elemen masyarakat dan mahasiswa yang banyak. Sehingga akan kami usahakan, kami bicarakan di konsolidasi-konsolidasi lanjutan," tambah dia.
Untuk diketahui, mahasiswa UNJ dan sejumlah gerakan masyarakat sipil yang tergabung dalam Aliansi Majelis Perjuangan Rakyat (MPR) menggelar demo di area Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Jumat (17/7/2026) siang.
Berdasarkan poster seruan aksi yang disebarkan melalui akun Instagram resmi @aliansiunjmelawan, unjuk rasa ini bertajuk "Mosi Tidak Percaya Rezim Prabowo Gibran".
"Ketimpangan sosial, pelemahan kedaulatan sipil, dan krisis di berbagai sektor kehidupan menjadi bukti bahwa kepercayaan publik terhadap Kabinet Merah Putih - Prabowo Gibran patut dipertanyakan," tulis keterangan resmi unggahan akun tersebut.
Adapun, Aliansi Majelis Perjuangan Rakyat membawa tiga tuntutan utama, yaitu:
1. Kembalikan Kedaulatan Masyarakat Sipil,
2. Bongkar Total Sistem Negara,
3. Selamatkan Pendidikan Indonesia.
Sebelumnya: Mendiktisaintek: Kami Sangat Berharap Kesejahteraan Dosen Meningkat
Selanjutnya: Iran Tuduh AS Lakukan Kejahatan Perang Usai Infrastruktur Vital Diserang
Artikel Terkait
- Viral Perundungan Siswi SD di Lampung Timur, Diduga Dipicu Saling Ejek
- KPK Kehilangan Kata "Berani" dalam Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
- Ancol sampai Dufan Gratiskan Tiket buat Anak-anak Selama 4 Hari, Mulai 23 Juli 2026
- Promo Alfamart 21 Juli 2026, Produk Perawatan Bayi Diskon hingga 40 Persen
- Program Sekolah Gratis Pemprov Banten Bantu Anak Buruh Lanjutkan Pendidikan
- Niat Tolong Korban Kecelakaan, Seorang Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Truk di Bangkalan
- Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 21 Juli 2026, Cek Keberangkatan Pertama hingga Terakhir
- Polri Resmi Serahkan Barbuk dan Tersangka Kasus Eks Jampidsus ke Kejagung
