16,3 Juta Wisatawan Datang ke Bali Sepanjang 2025, Macet Jadi Ancaman

Dia membeberkan, sepanjang 2025, Bali dikunjungi sekitar 16,3 juta wisatawan yang terdiri dari 7,05 juta wisatawan mancanegara dan 9,3 juta wisatawan domestik.
Jumlah tersebut hampir empat kali lipat dibandingkan jumlah penduduk Bali yang sekitar 4,5 juta jiwa.
Bali juga masih menjadi destinasi utama wisatawan mancanegara di Indonesia dengan kontribusi mencapai 45,8 persen dari total kunjungan nasional.
Rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara tercatat sebesar 1.522 dollar AS per kunjungan.
Dengan capaian tersebut, Koster menyebut perputaran ekonomi sektor pariwisata Bali pada 2025 diperkirakan mencapai sekitar Rp 176 triliun.
Nilai itu hampir 50 persen dari kontribusi sektor pariwisata nasional.
Koster menyampaikan bahwa tingginya kunjungan wisatawan turut membawa berbagai konsekuensi yang perlu segera ditangani.
Selain kemacetan lalu lintas, Bali menghadapi persoalan alih fungsi lahan, peningkatan volume sampah, gangguan ekosistem, hingga ancaman terhadap ketersediaan air bersih.
Ia menilai, kemacetan menjadi persoalan yang paling mendesak karena berpotensi menurunkan kualitas pengalaman wisatawan dan daya saing Bali sebagai destinasi wisata dunia.
"Jika kemacetan tidak segera ditangani, Bali berisiko mengalami penurunan kualitas destinasi dan daya saing pariwisata. Karena itu, peningkatan kapasitas infrastruktur harus menjadi prioritas agar pertumbuhan pariwisata tetap berjalan seiring dengan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Untuk mengatasi kemacetan, Pemprov Bali akan mempercepat pembangunan infrastruktur jalan dan mengembangkan jalur logistik laut Ketapang-Gilimanuk-Karangasem.
Kata Koster, pembangunan infrastruktur menjadi kunci agar pertumbuhan sektor pariwisata Bali tetap berkelanjutan di tengah terus meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke Pulau Dewata.
Sebelumnya: Tren Taktik Low Block di Piala Dunia 2026, Tembakan Jauh Jadi Solusi
Selanjutnya: Polri Libatkan Secret Service Cek Keaslian Barang Bukti Kasus Febrie Adriansyah
Artikel Terkait
- Bukan Cuma Komodo, Manggarai Barat Punya 94 Desa Wisata yang Memikat
- Prabowo: Kita Butuh Uang untuk Pelayanan Kesehatan, Gaji Guru, hingga Sekolah
- Erika Lulus S1 Tanpa Skripsi Berkat Inovasi Belajar Matematika lewat Tari Kembang Kahyangan
- Dari Kota Semarang hingga Kaki Gunung Merbabu, Uji Jalan BYD M6 DM Buktikan Efisiensi dan Performa Lintas Kota
- Gegara Takhayul dan Jaket, Presiden Argentina Tak Hadiri Final Piala Dunia
- Curhat Jujur Pemilik Hyundai Stargazer Setelah Pemakaian 4 Tahun
- 5 Tips Meal Prep untuk Pemula, Lengkap dengan Ide Menu Rp 200.000 Seminggu
- Pengamat Sebut BBM Langka di Sumut Bisa Picu Harga Kebutuhan Pokok Naik jika Tak Segera Teratasi
