370 Drone Ukraina Melesat ke Moskow dalam Semalam, 7 Orang Tewas

Serangan drone Ukraina menghantam sebuah pusat logistik di area kota Kotovsk, Rusia bagian barat. Sedikitnya tujuh orang tewas dan 24 orang lainnya mengalami luka-luka.
Serangan mematikan itu terjadi saat gelombang serangan drone Ukraina dilaporkan mengarah ke wilayah Moskow, ibu kota Rusia, dalam semalam. Sebagian besar drone Kyiv itu berhasil ditembak jatuh oleh pertahanan udara Rusia.
Ukraina melancarkan rentetan serangan terhadap berbagai target di wilayah Rusia beberapa waktu terakhir. Kyiv mengklaim serangannya itu sebagai pembalasan setimpal atas gempuran Moskow yang berlangsung selama lebih dari empat tahun terakhir terhadap wilayah Ukraina.
"Tujuh karyawan yang sedang tugas malam, tewas ketika drone musuh menghantam pusat logistik Wildberries," kata Gubernur wilayah Tambov, Evegeny Pervyshov, dalam pernyataannya seperti dilansir AFP, Sabtu .
"Menurut informasi awal, sebanyak 24 orang luka-luka," sebutnya.
Perusahaan Rusia, Wildberries, menyatakan bahwa kompleks logistik mereka di area Kotovsk dan Elektrostal, yang ada di area Moskow, telah diserang.
"Kebakaran yang sempat terjadi di fasilitas wilayah Tambov telah berhasil dikendalikan," demikian pernyataan perusahaan tersebut, sembari menambahkan bahwa petugas pemadam kebakaran masih bekerja di lokasi kebakaran di Elektrostal.
Moskow Dihujani 370 Drone Ukraina dalam Semalam
Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, melaporkan pada Sabtu bahwa lebih dari 370 drone diluncurkan ke arah ibu kota Rusia dalam semalam. Dia menambahkan bahwa sebagian besar drone itu berhasil ditembak jatuh.
"Sejak pukul 20.30 waktu setempat, lebih dari 370 drone mengudara ke arah wilayah Moskow," kata Sobyanin dalam pernyataan via platform MAX yang didukung pemerintah Rusia.
"Sebagian besar berhasil dilumpuhkan oleh pasukan pertahanan udara pada jarak yang masih jauh dari sasaran. Sebanyak 64 UAV musuh telah dihancurkan saat mendekati Moskow," sebutnya.
Serangan drone terhadap ibu kota Rusia ini terjadi saat upaya diplomatik yang dipimpin Amerika Serikat untuk mengakhiri pertempuran telah mengalami kebuntuan dalam beberapa bulan terakhir, seiring dengan beralihnya fokus Washington ke konflik dengan Iran.
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: Israel Akan Kerahkan Buaya untuk Jaga Keamanan di Penjara
Selanjutnya: KPK Tak Banding Vonis 2 Tahun Penyuap Pejabat Bea Cukai Rp 91,7 M
Artikel Terkait
- Richard Lee Pingsan di Lapas, Kuasa Hukum Ungkap Penyebabnya
- Mulai 2027, Pemprov Jatim Bidik Pelebaran 20 Km Jalan Provinsi per Tahun
- Erika Lulus S1 Tanpa Skripsi Berkat Inovasi Belajar Matematika lewat Tari Kembang Kahyangan
- Prabowo Sebut PT DSI Sudah Kelola Devisa Lebih dari 10,5 Miliar Dollar AS
- AS Bombardir Iran 9 Malam Berturut-turut, Khamenei Tegaskan Gencatan Senjata Batal
- Sekolah Rakyat Jember Punya Lapangan Berstandar FIFA, Siswa Baru Takjub
- Ekspor Salak Bali ke Vietnam Masih Terkendala Legalitas, Barantin Janji Bentuk Tim
- Hasil SEA V Cup 2026: Kalahkan Vietnam, Timnas Voli Putra Indonesia Lolos ke Final
