Ada Dugaan Motif Pembunuhan Dalam Temuan Kerangka Manusia di Sukabumi, Polisi Bekuk Terduga Pelaku

Asal usul kerangka mayat yang ditemukan warga di perkebunan poho jati di Kampung Cimahi Sagaranten Sukabumi pada Senin (13/7/2026) lalu, kini perlahan tabir bukti mulai terungkap.
Kini diketahui bahwa mayat berjenis kelamin wanita tersebut diduga merupakan korban pembunuhan.
“Dari hasil penyelidikan, petugas berhasil mengidentifikasi seorang terduga pelaku berinisial H alias Delon (42 tahun),”kata Kasi Humas Polres Sukabumi IPTU Ilham Sapta dalam keterangan rilis tertulisnya yang dikutip Kompas.com, Kamis (16/7/2026) malam.
Ilham mengungkapkan bahwa setelah adanya temuan kerangka manusia dan laporan atas kasus itu, polisi kemudian bergerak menjadi benang merah atas insiden tersebut.
Setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan pendalaman, pria bernama Delon tersebut kemudian berhasil dibekuk pada Rabu (15/7) sore.
“Tim gabungan kemudian melakukan pencarian dan berhasil mengamankan terduga pelaku di wilayah Kecamatan Sagaranten,” jelas Ilham.
Kini Delon telah diamankan pihak kepolisian dan tengah mendekam di Mapolres Sukabumi untuk kepentingan lebih lanjut.
“Saat ini penyidik Satreskrim Polres Sukabumi masih melanjutkan proses penyidikan dengan melakukan penahanan terhadap tersangka,” tegas Ilham.
Diberitakan sebelumnya, warga di Kampung Cimahi, Desa Sagaranten, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menemukan kerangka manusia di area perkebunan pohon jati.
Kerangka tersebut kemudian teridentifikasi merupakan seorang wanita berinisial EM (33 tahun) yang merupakan warga Kampung Sindangsari, Desa Cimenteng, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi.
Pihak keluarga mengaku terakhir komunikasi dengan korban pada 29 Juni lalu, dan mengaku tengah menginap dikediaman kenalannya.
Pasca komunikasi tersebut, tak ada kabar dari EM hingga kemudian tersiar kabar penemuan kerangka manusia.
Kini tabir kematian EM yang ditemukan terwas dalam kondisi mengenaskan itu mengarah pada motif dugaan pembunuhan.
Sebelumnya: Bahan Bakar Minyak Sempat Langka di Medan, Elnusa Petrofin Kerahkan 176 Mobil Tangki
Selanjutnya: BMKG: Gempa M 7,3 Meksiko Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia
Artikel Terkait
- Kala Trump Kritik Taktik Inggris yang Kalah dari Argentina di Piala Dunia
- Halte Kebon Sirih Ditutup hingga 20 Juli 2026 Imbas Pekerjaan Proyek MRT
- Daftar Harga Sewa Perlengkapan Pendakian di Gunung Lemah Wonosobo
- Jadwal KRL Jogja-Solo Besok Selasa 21 Juli 2026, Cek Jadwal dari Yogyakarta ke Solo
- Argentina Gagal Juara Piala Dunia 2026, Lionel Messi: Rasa Sakitnya Luar Biasa
- Pemerintah Bakal Gratiskan Sertifikat SHM Rumah MBR, Ada Syaratnya
- Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 6 Kurikulum Merdeka Kegiatan 2 tentang Sagu
- Revitalisasi Keraton Solo Sasar Museum: Penataan Ruang Pamer Dibuat Berstandar Internasional
