Kemensos Gandeng PKP Percepat Renovasi Rumah Ortu Siswa Sekolah Rakyat

Kementerian Sosial bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman sepakat memperkuat sinergi strategis dalam percepatan realisasi program perbaikan rumah atau bedah rumah bagi orang tua siswa Sekolah Rakyat. Kesepakatan ini terbangun dalam pertemuan Menteri Sosial , Saifullah Yusuf dan Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman Maruarar Sirait .
Dalam pertemuan di Kantor Kementerian PKP, Jakarta, Senin malam kemarin, Gus Ipul menyampaikan program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari pengentasan kemiskinan. Dengan demikian, dalam pelaksanaannya, bersinergi dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto lainnya, salah satunya program renovasi rumah.
"Anaknya sekolah, orang tuanya diintervensi dengan berbagai program strategis Pak Presiden, pemberdayaan, PBI, salah satunya adalah renovasi rumah," kata Gus Ipul dalam keterangannya, Selasa .
Lebih lanjut, Gus Ipul menjelaskan untuk tahun ini, alokasi perbaikan rumah bagi orang tua siswa Sekolah Rakyat adalah sebanyak 10 ribu rumah. Dari jumlah tersebut, 2 ribu diantaranya telah dilakukan verifikasi, dan tercatat 911 rumah memenuhi syarat.
Gus Ipul juga mengungkapkan ada dua penyebab utama yang membuat sebagian besar rumah yang telah diverifikasi tidak memenuhi syarat.
"Pertama, yang dominan ini ya, kepemilikan tanah. Yang kedua karena dia tercecer, hanya satu desa, satu orang, satu keluarga, satu penerima manfaat. Padahal dalam ketentuannya itu kan harus beberapa penerima manfaat di satu desa," ujarnya.
Selain itu, Gus Ipul mengusulkan terkait kepemilikan tanah, jika memungkinkan, cukup dengan surat keterangan dari RT, RW, atau kelurahan setempat. Kemudian, tidak ada lagi syarat jumlah minimal pada setiap desa, sehingga berapapun jumlah rumah yang ada, tetap bisa direalisasikan.
"Karena di Sekolah Rakyat itu kan penjangkauan, tidak ada tes akademik, adanya penjangkauan. Nah yang terjangkau itulah yang memang memenuhi syarat untuk bisa sekolah, dan mereka adalah desil paling bawah," kata Gus Ipul.
Mendengar hal tersebut, Ara menyambut baik usulan Gus Ipul.
"Karena arahan Presiden itu Sekolah Rakyat adalah program unggulan, dan strategis dari Bapak Presiden Prabowo, dan saya pasti mendukung," katanya.
Ara juga menyampaikan pihaknya akan terus berkoordinasi dan segera menindaklanjuti usulan-usulan tersebut, agar program renovasi rumah bisa segera direalisasikan khususnya bagi orang tua siswa Sekolah Rakyat.
Sebagai informasi, turut hadir dalam pertemuan Sekretaris Jenderal Kementerian PKP Didyk Choiroel, Inspektur Jenderal Kementerian PKP Heri Jerman, Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati, dan Dirjen Tata Kelola dan Pengendalian Risiko Kementerian PKP Roberia.
Sebelumnya: Rekap Hasil Japan Open 2026: Debut Manis Ubed, 4 Wakil Indonesia Lolos
Selanjutnya: Diterpa Longsor, Masjid hingga Rumah Warga di Gegerkalong Bandung Hancur
Artikel Terkait
- Miris, Pria Bawa Bayi Kepergok Mau Curi Kosmetik di Minimarket Jakbar
- SMAN 3 Merauke Wakili Papua Selatan di LLC 4 Pilar MPR Tingkat Nasional
- Hujan Deras Picu Banjir di Tapteng Sumut, 200 KK Terdampak
- Sindikat Cewek Open BO Pemeras ASN Paksa Korban Tunjukkan Saldo Rekening
- AS-Iran Saling Serang, Trump Berlakukan Blokade Laut
- Petinju Indonesia Raih Emas di Kejuaraan Asia Tinju U19 & U23 2026
- Berjalan 2 Hari Pascalibur Sekolah, MBG di Jember Diwarnai Dugaan Keracunan, Operasional SPPG Dihentikan Sementara
- Temuan BPK, Belasan Tahun Tak Ada Retribusi dari Lapak Taman Kyai Langgeng Magelang
