Jelang Perancis vs Inggris, Tuchel Bela Diri Soal Kalah dari Argentina

Hal ini justru membuat timnas Inggris bertahan total dan malah kebobolan dua gol dari Argentina yang tercipta melalui aksi Enzo Fernandez (85') dan Lautaro Martinez (90+2').
Tuchel Tak Sesali Taktik Kontra Argentina
Jelang laga kontra Perancis di perebutan peringkat tiga Piala Dunia 2026, pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel mengaku tak punya penyesalan soal taktik yang dimainkan kala berhadapan dengan Albiceleste.
Padahal, saat taktik bertahan mulai dimainkan oleh eks pelatih Chelsea ini, Inggris tengah menguasai pertandingan dengan sisa waktu masih 20 menit.
“Jika Anda bertanya apakah saya menyesali keputusan saya. Jika itu pertanyaannya, maka saya tidak menyesali keputusan-keputusan tersebut,” katanya dilansir dari BBC.
“Saya mengambil beberapa keputusan dengan mengandalkan naluri, intuisi, dan pengalaman saya, serta semangat kompetitif saya. Selanjutnya, saya mengambil keputusan itu demi membantu tim dan meraih hasil. Namun, kami tidak mendapatkan hasil yang diharapkan."
“Tentu saja, saya memikul tanggung jawab atas keputusan-keputusan tersebut. Saya justru akan menyesal jika saya tidak memberikan bantuan. Saya akan menyesal jika kami tidak mengambil tindakan," imbuh Tuchel.
XinHua/Xiao Yijiu Lionel Messi dari timnas Argentina bereaksi bersama Harry Kane dari timnas Inggris setelah pertandingan semifinal antara Argentina dan Inggris di Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta di Atlanta, Amerika Serikat, 15 Juli 2026.
Tuchel Akui Lihat Celah Pertahanan Inggris
Melanjutkan ungkapannya, Tuchel mengaku bahwa dirinya melihat adanya celah di pertahanan timnas Inggris dengan beberapa umpan silang tak dapat diantisipasi.
Lantaran hal tersebut, Thomas Tuchel kemudian mencoba memasang lima bek untuk bisa mengantisipasi umpan silang yang terus dilancarkan pemain Argentina.
Namun, taktik itu kemudian membuat timnas Inggris tampil lebih pasif dan justru menunggu untuk diserang oleh tim asuhan Lionel Scaloni.
Sementara, Argentina yang menemukan pola permainan justru mampu membuat Inggris kewalahan dan mendapatkan dua gol.
“Kami menjadi terlalu pasif, sementara Argentina berhasil meningkatkan intensitas permainan mereka dan menemukan ritme permainan yang sempurna," ungkap Tuchel
“Kami bermain di semifinal melawan juara bertahan Piala dunia. Kami sempat unggul 1-0 hingga menit ke-85 dan menghadapi pemain terbaik dunia, kemudian kami kalah 2-1; itu sungguh menyakitkan," tambahnya.
Sebelumnya: Lalin di Sejumlah Ruas Jalan Arteri Jakarta Macet
Selanjutnya: Dominasi Spanyol dan Final Piala Dunia yang Sarat Makna Politik
Artikel Terkait
- Pertamina Tegaskan Akan Tindak Sopir Mobil Tangki yang Melanggar di Medan
- Harga Bitcoin Hari Ini 21 Juli 2026 Bullish di Atas 65.000 dollar AS
- Kerap Bersitegang, PM Spanyol dan Trump Bakal Satu Tribun di Final Pildun
- Jaringan Kriminal India Jadi Ancaman Global, FBI Ikut Turun Tangan
- Sindikat Cewek Open BO Pemeras ASN Paksa Korban Tunjukkan Saldo Rekening
- Reza Arap Akui Turun Berat Badan 10 Kg, Kini Rutin Olahraga Lari
- Diresmikan Prabowo, Konstruksi Proyek Abadi Masela di Maluku Dimulai
- Maling Motor Panjat Rumah di Depok Sudah Puluhan Kali Beraksi
