Karhutla 5 Hektare di Kubu Raya, Satgas Berjibaku Padamkan Api Dekat Bandara Supadio

Selain pengerahan personel darat, Satgas Dalkarhutla juga mengoperasikan patroli udara untuk memantau perkembangan titik api sekaligus menentukan strategi penanganan yang lebih efektif.
Petugas akan tetap bersiaga hingga api benar-benar padam dan tidak berpotensi menyala kembali.
Yudho menerangkan, pada hari yang sama tim Manggala Agni menangani dua lokasi kebakaran, yakni di Desa Mekar Sari dan Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya.
“Tim Manggala Agni terus berupaya melokalisir area terbakar agar api tidak meluas, mengingat lokasi tersebut berada di sekitar jalur aktivitas penerbangan Bandara Supadio Pontianak,” ujar Yudho.
Kendala pemadaman di lapangan
Ia mengungkapkan, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala di lapangan, terutama minimnya sumber air serta perubahan arah angin yang sulit diprediksi.
Karena itu, seluruh personel diminta tetap bekerja sesuai prosedur operasi standar (SOP) dengan mengutamakan keselamatan.
Sebelumnya, Manggala Agni juga telah memadamkan dua kejadian karhutla di Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya, dengan total luas lahan terbakar sekitar 4,5 hektare.
Yudho menambahkan, upaya pencegahan karhutla telah dilakukan sejak April 2026 melalui sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA), serta patroli rutin dan patroli mandiri untuk mendeteksi potensi kebakaran sejak dini.
Sebagai penguatan pencegahan, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan akan menggelar patroli terpadu bersama TNI, Polri, MPA, dan para pemangku kepentingan lainnya mulai Juli hingga September 2026.
“Melalui patroli terpadu ini, kami berharap potensi kebakaran hutan dan lahan dapat ditekan sedini mungkin,” ucap Yudho.
Membuka lahan dengan cara dibakar
Sementara itu, Kepala Seksi Wilayah II Pontianak Sahat Irawan Manik terus memperkuat koordinasi dengan BPBD Kalbar, Polda Kalbar, Kodam XII/Tanjungpura, dan instansi terkait untuk memastikan penanganan karhutla berjalan cepat, terpadu, dan efektif.
Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran di wilayahnya.
“Peran aktif masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menekan karhutla selama musim kemarau,” jelas Sahat.
Sebelumnya: Berapa Jam Tidur yang Dibutuhkan di Usia 60-an agar Otak Tetap Tajam?
Selanjutnya: Di Hadapan Wagub Sumbar, Dedi Mulyadi Singgung Soal Tambang: Eksploitasi Alam Tak Bikin Daerah Makmur
Artikel Terkait
- Di Depan Prabowo, Menkop Ingin Koperasi Kembali Jadi Sokoguru Perekonomian
- Menteri Pigai: Masyarakat Adat Hari Ini Menderita, karena Negara Belum Mengakui
- Beras Termahal di Dunia Ada di Jepang, Capai Rp 1,8 Juta per Kg
- Demo Tuntut Penurunan Plt Rektor UINSA, Mahasiswa Bakar Ban dan Jas Almamater
- Ketahanan Mental Argentina, Buah dari Hidup Sulit Bertahun-tahun
- Bantah Main Judi Online, Camat Madiun Berdalih Rapat Paripurna Belum Dimulai
- Negara yang Murah kepada Gurunya
- 49 Kota Paling Rentan Terhadap Panas, Ada 3 di Indonesia
