Panas! Iran Balas Serang Pangkalan AS di Qatar, Bahrain, hingga Kuwait

Iran membalas serangan terbaru Amerika Serikat dengan meluncurkan serangan rudal dan drone sejumlah fasilitas militer AS di negara tetangga. Serangan terbaru Iran menyasar sejumlah negara Teluk seperti Qatar, Uni Emirat Arab dan Bahrain.
Dilansir AFP, Minggu , berdasarkan laporan jurnalis AFP dan otoritas setempat, sirene dan ledakan terdengar di Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain. Eskalasi terbaru ini merusak kesepakatan sementara antara Washington dan Teheran yang bertujuan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.
Pentagon mengatakan telah menyerang Iran pada Minggu pagi setelah Garda Revolusi menembaki kapal kontainer terdaftar di Siprus yang menurut mereka berlayar melalui "rute yang tidak sah" melalui Selat Hormuz.
Media Iran melaporkan ledakan di Bandar Abbas, Sirik, Jask, dan Pulau Qeshm, serta di provinsi Khuzestan, yang berbatasan dengan Irak, tanpa laporan langsung tentang korban jiwa.
Beberapa jam kemudian, sirene serangan udara berbunyi di Bahrain. Sementara di Uni Emirat Arab dan Qatar melaporkan mereka telah mencegat serangan rudal.
Sementara itu, tentara Iran mengaku telah melancarkan gelombang serangan drone terhadap situs militer AS di Kuwait dan Bahrain, menurut IRIB. selain itu Iran dilaporkan menggunakan drone peledak untuk menargetkan sistem pertahanan udara Patriot, depot amunisi, dan situs radar milik militer AS di Kuwait.
Adapun gelombang serangan drone Iran lainnya menargetkan sistem komunikasi dan situs radar AS di Bahrain. Pihak militer Iran mengatakan serangan itu sebagai tanggapan atas apa yang mereka sebut sebagai serangan berkelanjutan AS di wilayah selatan Iran.
Sementara dilansir Aljazeera, Korps Garda Revolusi Islam Iran mengatakan telah menargetkan fasilitas militer AS di pangkalan udara Pangeran Hassan di Yordania dengan beberapa rudal balistik.
Dalam pernyataan yang disiarkan oleh stasiun penyiaran negara IRIB, IRGC mengatakan pasukan udara mereka menghancurkan pusat komando dan kendali di pangkalan tersebut, serta hanggar yang menampung drone MQ-9.
Korps Garda Revolusi Islam mengklaim telah melakukan serangan "berat dan mendadak" terhadap pusat-pusat dukungan logistik dan platform pengisian bahan bakar yang digunakan oleh kapal induk AS di pelabuhan Duqm di Oman, menurut penyiar negara IRIB.
Kantor humas IRGC mengatakan kepada IRIB bahwa lokasi-lokasi tersebut "hancur" dalam serangan itu. Mereka menyebut serangan terhadap Oman sebagai fase ketiga dari respons mereka terhadap pemboman AS.
Sebelumnya, Garda Revolusi Iran mengatakan mereka menyerang dan menghentikan sebuah kapal yang mengabaikan instruksi berulang untuk menggunakan koridor pelayaran yang disetujui, menurut kantor berita negara IRNA.
"Setelah insiden ini... Selat Hormuz akan ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut dan hingga berakhirnya intervensi Amerika di wilayah ini," kata Garda Revolusi.
Meskipun Iran menyebut serangan terhadap kapal itu sebagai "tembakan peringatan", militer AS mengatakan Teheran "secara terang-terangan menyerang" sebuah kapal kontainer berbendera Siprus yang melintasi Selat Hormuz.
Seorang awak kapal hilang dan kapal tersebut telah dinonaktifkan oleh kebakaran dan kerusakan pada ruang mesinnya, kata Komando Pusat AS .
Awak kapal meninggalkan kapal dan berada di sekoci penyelamat, menurut laporan badan maritim Inggris UKMTO, menambahkan bahwa insiden tersebut terjadi sekitar 17 kilometer di sebelah timur Oman.
"Sebagai tanggapan, Amerika Serikat memberikan konsekuensi berat dengan terus melemahkan kemampuan Iran untuk menyerang pelaut sipil dan kapal komersial yang bebas melintasi selat," kata mereka di X.
Simak juga Video Trump Klaim Iran Minta Berunding: Tapi Gencatan Senjata Berakhir!
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: 10 Perusahaan Properti dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar di RI
Selanjutnya: Kades dan ASN BPN Aceh Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Lahan Irigasi, Rugikan Negara Rp 2,2 Miliar
Artikel Terkait
- Satgas PRR Kawal Pembangunan Jembatan Permanen di Simalungun
- 5 Bantahan Hotman Paris Soal Kasus Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
- Cak Imin Puji Sekjen Golkar Berani Kritik NU: Kita Sama-sama Tak Ingin NU Salah Jalan
- MBG Kembali Berjalan, Harga Daging Ayam dan Telur di Mojokerto Terkerek Naik
- Usut Korupsi RS Gambut, Kejari Geledah Dinkes Banjar Selama 8 Jam
- Curhat Jujur Pemilik Hyundai Stargazer Setelah Pemakaian 4 Tahun
- Kajati-Kapolda Bertemu, Kejagung: Hubungan Baik Kita Akrabkan Kembali
- Ingin Juara Liga Champions, Kane Tutup Pintu untuk Tottenham Hotspur
