775 Siswa Bintara Polda Metro Berkemampuan SPKT Resmi Dididik di SPN Lido

Sebanyak 775 siswa Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Kemampuan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Tahun Anggaran 2026 resmi memulai pendidikan di SPN Polda Metro Jaya, Cigombong, Bogor. Upacara pembukaan dipimpin Wakapolda Metro Jaya Brigjen Dekananto Eko Purwono.
Brigjen Dekananto menjadi inspektur upacara, pada Senin di SPN Polda Metro Jaya, Cigombong, Bogor. Kegiatan tersebut turut dihadiri para Pejabat Utama Polda Metro Jaya.
Para siswa berasal dari 34 Polda di seluruh Indonesia akan menjalani pendidikan selama lima bulan. Dalam kesempatan itu, Brigjen Dekananto membacakan amanat Kalemdiklat Polri Komjen RZ Panca Putra Simanjuntak.
"Lima bulan ke depan akan menjadi masa yang tidak ringan. Saudara akan berproses dari masyarakat sipil menjadi insan Bhayangkara melalui jadwal pendidikan yang padat, latihan yang melelahkan, tuntutan disiplin yang keras, serta berbagai ujian fisik, mental, dan pengetahuan kepolisian," ujar Brigjen Dekananto dalam keterangannya, Senin .
Dia meminta para peserta didik untuk segera menyesuaikan diri dengan kehidupan di lembaga pendidikan. Untuk, menaati seluruh peraturan, menghormati pendidik dan pengasuh, dan membangun soliditas dan semangat kebersamaan.
Selain itu, peserta didik diingatkan untuk meninggalkan sikap individualistis, tidak mudah menyerah. Serta menjadikan setiap tantangan sebagai proses membangun ketangguhan.
"Jangan hanya berusaha menjadi peserta didik yang sekadar lulus, tetapi jadilah lulusan yang benar-benar siap melayani masyarakat dan dapat diandalkan oleh organisasi," ungkapnya.
Kalemdiklat Polri juga menitipkan penyelenggaraan pendidikan kepada seluruh Kapolda, kepala SPN, tenaga pendidik, instruktur, dan pengasuh. Hal ini agar dilaksanakan secara profesional dengan kurikulum berbasis Outcome-Based Education , yang berorientasi pada pencapaian kompetensi lulusan.
"Hindari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat. Pendidikan yang keras tidak harus kasar, latihan yang berat tidak boleh menghilangkan martabat. Ketegasan harus membentuk karakter, bukan menumbuhkan dendam," tegasnya.
Kalemdiklat juga meminta para pendidik menjadi teladan bagi peserta didik. Baik dalam sikap, ucapan, disiplin, maupun integritas.
"Peserta didik tidak hanya belajar dari materi yang diajarkan, tetapi juga dari perilaku para pendidik yang mereka lihat setiap hari," ujarnya.
"Melalui pendidikan selama lima bulan tersebut, diharapkan lahir Bintara Polri Kemampuan SPKT yang profesional, berintegritas, humanis, dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sesuai semangat Polri Presisi," tutupnya.
Adapun disebutkan, Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 secara nasional diikuti 4.799 peserta didik, terdiri atas 4.090 siswa di 31 SPN Polda dan 709 siswi yang menjalani pendidikan di Sepolwan Polri.
Lihat juga Video: Aniaya Dua Siswa SPN di NTT, Bripda Torino Diberhentikan dari Polri
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: Pengamat: TPA Terbakar Bukan karena Kemarau, tapi Tata Kelola Buruk
Selanjutnya: MenPPPA Bakal Kawal Kasus Bocah Bekasi Tewas Dianiaya Ibu Tiri
Artikel Terkait
- Diundang Trump, Presiden Meksiko dan PM Kanada Hadir di Final Piala Dunia 2026
- Hakim Tolak Praperadilan Roy Suryo, Status Tersangka Sah
- Jenguk Santri Terbakar, Wagub NTB Pastikan Perawatan Dilanjutkan
- 6 Kebiasaan Sehari-hari Orang Jepang yang Bikin Panjang Umur hingga 100 Tahun
- Bupati Kulon Progo Ungkap Penyebab Kenakalan Pelajar: Berawal dari Pembiaran Hal-hal Kecil
- Gempa M 5,1 Guncang Peru, 5 Orang Tewas
- Ford Bidik Kembali Pasar Fleet, Sasar Tambang dan Perkebunan
- Israel Marah Dukungan Publik AS Merosot Meski Kucurkan Rp 26 M per Bulan
