Damkar Evakuasi Monyet Liar yang Teror Warga Batangkuis, 2 Orang Luka-luka Jadi Korban Gigitan

Ketika laporan sampai ke Damkar, pihaknya langsung menurunkan personel yang bertugas di bidang penyelamatan (rescue).
"Kedatangan kita untuk melakukan penyelamatanlah terhadap warga yang diganggu oleh monyet tersebut," lanjutnya.
Azman mengatakan bahwa pihaknya melakukan sejumlah strategi untuk menangkap monyet yang dimaksud. Mereka memancing monyet menggunakan perangkap yang berisi buah-buahan.
"Akhirnya dipancing supaya bisa mereka masuk ke dalam perangkap kita. Dan akhirnya masuk," jelas Azman.
Monyet liar berwarna abu-abu itu disebut Azman telah memunculkan ketakutan warga. Sebab sejauh ini sudah ada 3 masyarakat yang terluka terkena gigitan.
Dari informasi yang diperoleh Kompas, luka-luka yang dialami warga di antaranya ada di perut hingga kaki mereka.
"Nah, terhadap korban itu sudah dilaporkan ke layanan kedaruratan seperti PSC. Jadi kita hubungi PSC supaya masyarakat yang terluka akibat gigitan monyet tersebut dipastikan sehat kembali," ucapnya.
Azman menambahkan bahwa jangan sampai ada masyarakat yang terinfeksi tanpa ada perawatan dari tim medis.
"Jadi memang itu sudah satu kesatuan, berkolaborasi dengan PSC 119 layanan kedaruratan dari kesehatan medisnya," sebut Azman.
Sebelumnya: Jadwal Final SEA V Cup 2026: Indonesia Ditantang Finalis Baru Kamboja
Selanjutnya: Berbeda dari Standar Piala Dunia 2026, UEFA Batasi VAR untuk Kasus Simulasi
Artikel Terkait
- Tak Ada Ampun, Trump Akan Terus Serang Iran sampai Merasa Cukup
- Link Live Streaming China Open 2026 Hari Ini: Putri KW Main Pertama
- Cak Imin Minta Relawan Lihat dan Belajar Cara Penanganan Bencana dari Jepang
- Pemprov Jateng Ditetapkan Jadi Pilot Project Pengadaan Berkelanjutan
- Waketum Golkar Wihaji Terpilih Aklamasi Jadi Ketum MKGR
- Indonesia Bangun Pusat Pembibitan Babi Berstandar Internasional, Datangkan 546 Indukan dari Denmark
- Dipolisikan KDRT, Pria Sumsel Bakar Rumah Mertua hingga Hanguskan 10 Rumah
- Air PAM di Jakbar Berpotensi Mati 5 Hari Mulai 17 Juli, 55.272 Pelanggan Terdampak
