Berbeda dari Standar Piala Dunia 2026, UEFA Batasi VAR untuk Kasus Simulasi

Pertama, untuk membatalkan kartu kuning bek Amerika Serikat, Tim Ream, dan menggantinya dengan hukuman untuk Miguel Almiron dari Paraguay karena simulasi.
Kasus kontroversial lainnya terjadi pada laga perempat final saat Swiss melawan Argentina, di mana Breel Embolo diusir dari lapangan setelah VAR meninjau tekel Leandro Paredes.
Perbedaan Tafsir Subjektivitas dan Fakta
Melansir dari BBC Sport, UEFA berpandangan bahwa kesalahan identitas pemain adalah keputusan faktual yang tidak memerlukan wasit untuk memantau monitor.
Sebaliknya, menilai simulasi adalah hal subjektif.
Sebagai perbandingan, Pierluigi Collina selaku kepala wasit FIFA pernah merujuk insiden final Euro 2016 saat wasit Mark Clattenburg salah memberikan keputusan handball kepada Laurent Koscielny.
Padahal FIFA menegaskan VAR seharusnya bisa mengoreksi kejadian itu menjadi tendangan bebas untuk Perancis.
FRANCK FIFE/AFP Bek Timnas Jerman, Nathaniel Brown, dan gelandang Timnas Paraguay Miguel Almiron, berebut bola dalam pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Jerman dan Paraguay di Boston Stadium, Foxborough, pada Selasa (30/6/2026) dini hari WIB.
Kekhawatiran Liga Domestik dan Kebijakan Lainnya
Banyak liga domestik mengkhawatirkan aturan ini bisa memicu "kekacauan" jika setiap kartu kuning ditinjau ulang.
Selain itu, badan pengatur sepak bola Eropa juga menolak opsi intervensi untuk kartu merah terkait pemain yang menutupi mulut saat konfrontasi, seperti insiden yang melibatkan Piero Hincapie dari Ekuador di turnamen sebelumnya.
Kepala wasit dari 54 negara anggota akan segera membahas penggunaan teknologi ini lebih lanjut.
Sementara itu, liga domestik diprediksi akan mengikuti langkah UEFA untuk membatasi intervensi VAR hanya pada tinjauan faktual guna menjaga stabilitas permainan.
Sebelumnya: Argentina Gagal Juara Piala Dunia, Suporter Bentrok dengan Polisi
Selanjutnya: "Mereka Tak Butuh Empati, tapi Keadilan Pendidikan" Kala Sekolah Wilayah 3T Tak Terjamah Negara
Artikel Terkait
- MenPAN-RB Tulis Surat untuk Seluruh ASN: Terus Jaga Integritas
- Rano Karno: Aku Dukung Spanyol Kalahkan Argentina 2-1
- Bos Kargo Beri Kartu Kredit ke Anak Buah Buat Bayar Karaoke Pejabat Bea Cukai
- Beredar Kabar Adanya Pemutihan Pajak Motor Gratis 2026 di Jabar, Polres Indramayu: Informasi Hoaks!
- Iran Sebut AS Serang Lokasi Nuklir Darkhovin, PBB Selidiki
- Kasus Pengeroyokan Ojol di Samarinda Berakhir Damai, Korban Terima Ganti Pengobatan Rp 10 Juta
- Dugaan Penipuan Pengadaan 13 Ton Melon dan 2.950 Nanas Program MBG, Polisi: Pemilik Dapur Juga Korban
- Edarkan Tembakau Sintetis via Medsos, 2 Mahasiswa di Jaksel Ditangkap Polisi
