PKB: Konflik Suku-Agama Berawal dari Persoalan Kemiskinan

"Kadang-kadang kita tidak pernah menyadari bahwa persoalan-persoalan seperti kemiskinan, persoalan-persoalan seperti keterbelakangan ekonomi, pendidikan, sudah menjadi hal yang kita hadapi sehari-hari," imbuhnya.
Faisol menuturkan, persoalan itu menimbulkan pikiran-pikiran maupun berbagai pandangan yang memicu dan menjadi dorongan konflik-konflik horizontal muncul di tengah-tengah masyarakat.
Oleh karenanya, Muhaimin Iskandar yang juga merupakan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat berupaya memperkecil angka kemiskinan sesuai dengan arah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dengan begitu, ucap Faisol, konflik horizontal dapat diredam.
"Agar tidak ada peluang orang-orang yang selama ini memiliki keterbatasan ekonomi berpikir bahwa ada persoalan-persoalan yang memicu timbulnya konflik-konflik horizontal," beber Faisol.
Ia pun berharap berbagai program yang digagas Presiden Prabowo mampu menyelesaikan dan memutus persoalan mendasar dalam struktur masyarakat.
Menurutnya, kekuatan, modal, dan kekayaan Indonesia sebagai bangsa terlalu besar untuk menjadi hambatan di mana persatuan dan kesatuan tidak bisa dibangun.
"Kekayaan-kekayaan inilah yang semestinya dijadikan modal untuk merawat perbedaan-perbedaan, merawat yang namanya perbedaan suku, perbedaan agama agar tetap ada dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," tandas Faisol.
Sebelumnya: Bug yang Ditemukan Bocah SD Boyolali di Sistem NASA Bisa Jadi Celah Penipuan, Begini Penjelasannya
Selanjutnya: Stres Berat Bikin Durasi Haid Lebih Lama? Ini Kata Dokter
Artikel Terkait
- MBG Aktif Lagi, Polisi Uji Food Safety untuk Menjamin Mutu Makanan di Pamekasan
- Gangguan Layanan Air PAM Semestinya Diikuti Diskon Tagihan Pelanggan
- Iran Lanjutkan Pembicaraan dengan Mediator untuk Cegah Eskalasi
- Penembakan di Bar Canggu Bali Lukai WNA dan Sekuriti, Polisi Buru Pelaku
- Jamkrindo Catat Penjaminan Rp 139,6 Triliun hingga Juni 2026, Jangkau 2 Juta Pelaku Usaha
- Ledakan Terjadi di Gudang Amunisi Madiun
- Bertahun-tahun Diteror Tetangga, Keluarga di Depok Pilih Jual Rumah
- Rumah Hanyut, Suami Meninggal di Huntara, Nurmaini Masih Menanti Hunian Tetap
