Diduga Angkut BBM Ilegal, Minibus Meledak dan Hanguskan Dua Rumah di Polewali Mandar

Muncul dugaan bahwa hal ini terjadi karena minibus tersebut sengaja dimodifikasi untuk mengangkut bahan bakar minyak (BBM) ilegal dalam jumlah besar. Alhasil, muatan zat cair mudah terbakar itu membuat api sangat sulit dipadamkan dan menyebar cepat ke bangunan sekitar.
Warga setempat sempat berupaya bahu-membahu memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun besarnya kobaran api membuat upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
Dalam hitungan menit, api menjalar dan meludeskan dua rumah warga serta minibus yang menjadi titik awal kemunculan api. Selain itu, satu rumah lainnya mengalami kerusakan sedang akibat terpapar panasnya kobaran api.
Risiko Ledakan Tinggi
Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Polewali Mandar yang menerima laporan darurat segera menerjunkan tiga unit armada truk pemadam beserta 12 personel terlatih ke lokasi. Proses lokalisir dan pemadaman berlangsung intensif selama kurang lebih 50 menit.
Kepala UPTD Damkar Polman, Muhammad Imran, menjelaskan bahwa timnya menghadapi tantangan dan risiko keselamatan yang sangat besar saat melakukan upaya pemadaman di lapangan.
"Dalam proses pemadaman, kami menghadapi sejumlah kendala, terutama tingginya risiko ledakan akibat adanya muatan bahan bakar minyak di dalam kendaraan tersebut. Untuk mengendalikannya, kami menerapkan teknik pendinginan, penyelimutan, lokalisir, hingga memutus rantai unsur api agar kobaran tidak meluas lebih jauh," ujar Imran saat dikonfirmasi pada Minggu (19/7/2026).
Polisi Selidiki Praktik Pengangkutan BBM Ilegal
Beruntung, tidak ada laporan mengenai jatuhnya korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden kebakaran di dekat fasilitas pengisian bahan bakar tersebut.
Kendati demikian, kerugian materiil yang diderita pemilik bangunan dan kendaraan diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Saat ini, seluruh area lokasi kejadian telah dipasangi garis pengamanan oleh pihak kepolisian setempat guna sterilisasi TKP.
Aparat penegak hukum tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti korsleting atau pemicu awal kebakaran, termasuk mendalami unsur pidana terkait dugaan adanya aktivitas pengangkutan BBM ilegal yang menjadi pemicu utama besarnya kobaran api.
Sebelumnya: Penampakan Rumah Warga di Depok Usai Diteror Tetangga, Pagar Rusak
Selanjutnya: MenPAN-RB Sampaikan Capaian Kinerja Tahun 2025 di Rapat Kerja DPR RI
Artikel Terkait
- Persija Resmi Rekrut Eks Gelandang Timnas Bosnia Stjepan Loncar
- Kawal KDKMP, Kemendes Bareng 10 Asosiasi Desa Gelar Seminar Nasional
- RUU Masyarakat Adat Ditargetkan Sah Jadi UU pada Periode Presiden Prabowo
- BPIH 2027 Diusulkan Rp 107,34 Juta, Kemenag Karawang Minta Jemaah Tunggu Keputusan Resmi
- PFII Dinilai Terlalu Obral Pajak, Kantong Penerimaan Negara Rawan Bocor
- Lebih dari 500 Huntap Dibangun di Padang Pascagalodo, Jumlah Terbanyak di Sumbar
- Tak Ada Sampah di Jalan! Polri dan DLH Bersih-bersih Usai Riau Bhayangkara Run
- Prabowo Terkesan CEO Inpex Bisa Bahasa Indonesia: Tak Banyak yang Mau Belajar
